Blog Milis #Pendaki Indonesia

"Persahabatan terjalin, persaudaraan terengkuh, bersama mengukir cinta kepada Alam"

April 11, 2006

MENGUAK MISTERI, MENGURAI SEJARAH PERADABAN GUNUNG TAMBORA

Filed under: Umum - Administrator @ 7:36 am

No. : Ist/PSGT/FMI/02/2006
Hal : Undangan  

MENGUAK MISTERI,  MENGURAI SEJARAH PERADABAN 
GUNUNG TAMBORA 

Letusan Gunung Tambora (Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Indonesia) pada April 1815, merupakan letusan modern gunung api paling dahsyat hingga saat ini, dan berdampak sangat besar dalam sejarah peradaban manusia di dunia.  Gunung tipe strato vulkanik yang semula memiliki ketinggian 4.200 meter (13.000 ft) diatas permukaan laut (mdpl), akibat letusan itu ketinggiannya menjadi 2.851 meter dpl (9.350 ft). Sisa letusan membentuk mangkuk kaldera yang sangat besar (terbesar di Indonesia). Diameter kawah mencapai 7 kilometer (4 mil), serta panjang keliling 16 kilometer, dengan kedalamannya sekitar 1.500 meter. Letusan itu mengakibatkan debu membumbung tinggi menutupi stratosfir dan memengaruhi cuaca di bumi secara global. Sinar matahari ke bumi terhambat oleh debu. Benua Eropa dan Amerika mengalami musim dingin yang berkepanjangan, menyebabkan kegagalan panen, kelaparan, dan korban secara keseluruhan mencapai ratusan ribu nyawa manusia meninggal. Kekalahan Napoleon Bonaparte di Rusia
 diduga juga akibat  letusan Tambora.
Hingga 1816 masyarakat dunia mengalami tahun tanpa musim panas ("The Year Without Summer").  
Dalam skala lokal, sejumlah empat dari enam kerajaan yang ada di Pulau Sumbawa lenyap. Hujan air hitam dan debu melanda Surabaya, Madura, Bali, Sulawesi, dan Maluku. Sedangkan suara letusannya terdengar hingga Jakarta. Saat ini letusan yang hampir mencapai usia 200 tahun itu tercatat dalam Guinness Book of Record dan terkenal dengan sebutan "The Great Volcanic Eruption in History". 

Memasuki dua abad dari letusan Gunung Tambora (1815 - 2015) merupakan momentum yang tepat untuk menggali, mengungkap dan memperkenalkan potensi Gunung Tambora, Pulau Sumbawa dan Provinsi Nusa Tenggara Barat pada khususnya, serta Indonesia sebagai negara yang memiliki gunung api terbanyak di dunia. 
April 2006 adalah tahun ke 191 dari letusan bersejarah Gunung Tambora. Jelang 2 abad peristiwa itu maka Federasi Mountaineering Indonesia (FMI) memprakarsai kegiatan "Penggalian Potensi Kawasan Gunung Tambora". Langkah awal dalam mengimplementasikan hal ini adalah dengan menyelenggarakan seminar yang bersifat ilmiah dan komprehensif. 

Secara umum seminar bertujuan untuk memperkenalkan keunikan Gunung Tambora sebagai kawasan yang memiliki kekayaan sumber daya hayati, geologi, vulkanologi, arkeologi, kehutanan, budaya, dan ekowisata.
Secara khusus, seminar bertujuan untuk memperkenalkan Gunung Tambora secara lebih dekat kepada kalangan masyarakat dunia mountaineering untuk dieksplorasi. 

NAMA KEGIATAN:
Seminar Sehari
Menguak Misteri, Mengurai Sejarah Peradaban Gunung Tambora.
Jelang 2 Abad Peringatan Letusan Gunung Tambora. 

WAKTU DAN TEMPAT:
Seminar diselenggarakan pada,
Hari/Tanggal : Sabtu, 22 April 2006
Waktu: 09.00  - 17.00 WIB
Tempat: Ruang Seminar Widya Graha, 
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)
Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav 10  Jakarta Selatan. 

PENYELENGGARA:
Penyelenggara kegiatan adalah Federasi Mountaineering Indonesia (FMI), didukung oleh  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan World Wildlife Fund (WWF). 

MATERI DAN PEMBICARA
a. Pembicara kunci
1. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata
2. Menteri Kehutanan
3. Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
4. Gubernur Nusa Tenggara Barat 

b. Panel 1, dengan tema: Menguak Potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Hayati Gunung Tambora, dengan pembicara dari:
1. LIPI - Aspek Sumber Daya Hayati
2. ITB - Aspek Geologi/Vulkanologi
3. UI - Aspek Sosial-Budaya 

c. Panel 2, dengan tema: Mengurai Khazanah Alam dan Budaya Gunung Tambora Serta Peluang Pengembangannya, dengan pembicara dari:
1. Puslit Arkenas - Aspek Arkeologi
2. WWF - Aspek Kehutanan
3. Pendaki Gunung - Aspek Ekowisata 

PESERTA:
Peserta berasal dari kalangan; akademisi, peneliti, kalangan pariwisata, kehutanan, arkeologi, geologi, vulkanologi, peminat/penggiat kegiatan alam terbuka, pemerhati sosial dan budaya, dan kalangan umum. 

Biaya seminar:  Rp50.000/orang untuk kalangan mahasiswa, pecinta alam/pendaki gunung.
Rp100.000/orang untuk kalangan umum.
Peserta akan mendapatkan: bahan-bahan seminar (seminar kit), piagam, snack, makan. 

Pendaftaran peserta dapat menghubungi:  
Abas 0811889836, Connie 08161156818, Shima (021) 522 1687  
Fax: (021) 522 1687
E-mail: fmi_seminar_tambora@yahoo.co.id
Biaya dapat di transfer ke rekening:
a/n Dwi Bahari Astuti. No. 0060267138, BCA KCU Wisma GKBI
(tunjukkan bukti transfer saat datang menghadiri acara).

Pendaftaran sampai 10 April 2006, terbatas untuk 150 orang. 

Alamat Sekretariat Panitia:
Sasana Widya Sarwono LIPI, Lt. 5, atau 
Widya Graha LIPI, Lt. 3
Jl. Jenderal Gatot Subroto 10,  Jakarta Selatan 12720
Telp: (021) 522 1687   Fax: (021) 522 1687
E-mail: fmi_seminar_tambora@yahoo.co.id  

PANITIA SEMINAR
FEDERASI MOUNTAINEERING INDONESIA (FMI)
Didukung oleh: LIPI, Pemda NTB, WWF =======================================

Panjat Tebing Hobi Unik Berusia Ribuan Tahun

Filed under: Umum - Administrator @ 7:03 am

Panjat Tebing
Hobi Unik Berusia Ribuan Tahun

Dalam sejarah, manusia selalu berusaha berinteraksi dengan alam untuk
survive. Begitu juga dengan panjat tebing, yang lahir dari usaha
manusia untuk bertahan hidup di alam bebas.

Mungkin kita sudah biasa atau justru ikut melakukan hobi wall climbing
yang sekarang populer. Baik dalam bentuk lomba maupun sekadar mengisi
waktu kosong, hobi ini memang cukup mengasyikkan. Apalagi kalau di
sekolah kita disediakan papan panjat. Tidak heran kalau dari hobi ini
sudah banyak teman-teman kita yang menjalani wall climbing bukan lagi
sekadar hobi, tetapi sudah dalam tingkat yang lebih lanjut. Apalagi
kalau bukan ikut dalam sebuah kejuaraan, malah menjuarainya.
 
Wall climbing tersebut (mungkin sudah banyak yang tahu ya) merupakan
modifikasi dari hobi panjat tebing. Dari namanya sudah ketahuan kalau
dua hal ini dibedakan dari medianya; yang satu berdasarkan papan
buatan, sedangkan yang lain beneran tebing dari sebuah gunung atau bukit.

Nah, panjat tebing tersebut merupakan subbagian dari mountaineering
(pendakian gunung), yaitu climbing yang dapat diartikan sebagai
pendakian pada tebing-tebing batu atau dinding karang yang membutuhkan
peralatan, teknik, dan metode-metode tertentu. Sebagai bagian dari
mountaineering atau mendaki gunung, panjat tebing tidak dapat
dipisahkan sejarahnya dari perjalanan panjat dan mendaki gunung.

Ribuan tahun

Kegiatan mendaki gunung ini mulai dilakukan manusia sejak berabad-abad
yang lalu. Dimulai sejak manusia harus melintasi bukit-bukit atau
pegunungan baik untuk melakukan peperangan atau pun ketika melakukan
tuntutan hidupnya. Sejarah yang dapat diketahui dari hal ini adalah
perjalanan Panglima Kerajaan Carthage, Hanibal, yang dilakukan di
pegunungan Alpen di tahun 500 SM. Juga petualangan yang dilakukan
Jenghis Khan yang melintasi pegunungan Karakoran dan Kaukasus untuk
menaklukan Asia Tengah. Atau pendakian Mount Argulle oleh para tentara
Perancis pada tahun 1442.
 
Dalam sejarah yang lebih maju, pendakian yang gemilang pertama kalinya
dilakukan pada tahun 1786, ketika Dr Paccard berhasil mencapai puncak
Mount Blanc (4087 m). Saat itu pendakian dan panjat tebing sudah
menjadi hobi atau olahraga.
 
Dalam babak selanjutnya, puncak-puncak Alpen mulai dijajaki para
penggemar olahraga alam bebas ini. Dan, memang puncak-puncak
pegunungan Alpen hanya bisa dipuncaki dengan mempergunakan
teknik-teknik memanjat tebing. Semakin populer ketika Sir Alfred
Willis pada tahun 1854 berhasil mencapai puncak Watterhorn (di Swiss,
3708 m). Pendakian ini menjadi batu loncatan terbentuknya perkumpulan
pendaki gunung tertua di dunia, British Alpine Club pada tahun 1857.

Sejak babak baru itu para pendaki semakin sering melakukan pendakian
menuju puncak-puncak gunung yang lebih tinggi dan mempunyai tingkat
tantangan yang lebih tinggi pula. Keberuntungan dan anugerah akhirnya
datang pada Edmunt Hillary dan Tenzing Norgay dalam suatu ekspedisi.
Ekspedisi yang dipimpin oleh John Hunt pada tahun 1953 tersebut
berhasil memuncaki Everest, sebuah puncak yang menjadi impian para
pendaki di dunia. Rangkaian-rangkaian ini merupakan titik temu bahwa
panjat tebing merupakan bagian dari kegiatan mendaki gunung. Karena
kegiatan memanjat tebing merupakan penunjang kegiatan mendaki gunung.

Olahraga berprestasi

Panjat tebing masuk ke Indonesia seiring dengan berkembangnya teknik
mendaki. Harry Suliztiarto, seorang mahasiswa Seni Rupa ITB,
memperkenalkan panjat tebing pada tahun 1976. Tepatnya ketika memanjat
tebing-tebing alam Citatah. Peristiwa ini kemudian menjadi tonggak
sejarah berdirinya organisasi kegiatan alam bebas yang mengkhususkan
pada kegiatan memanjat, dengan nama Skygers Amateur Rock Climbing Group.

Pada tahun 1980 kegiatan panjat tebing mulai memasuki babak baru, di
mana kegiatan ini bukan lagi bersifat petualangan tetapi telah menjadi
olahraga prestasi. Perkembangan ini dimulai ketika diadakannya lomba
panjat tebing alam di tebing pantai Jimbaran Bali pada tahun 1987.

Nah, di tahun 1988 diperkenalkan deh dinding panjat tebing buatan
(wall climbing) yang langsung diperkenalkan oleh empat pemanjat dari
Perancis. Sekaligus membentuk wadah sebagai tempat menyalurkan
aspirasi dan hobi serta memanajemen kegiatan panjat tebing agar
berjalan dengan baik dengan nama Federasi Panjat Tebing Indonesia
(FPTI). Pada tahun 1990, untuk pertama kalinya diadakan lomba panjat
dinding buatan dengan tinggi papan lima belas meter yang menjadi awal
sejarah dimulainya lomba panjat tebing buatan di Indonesia sampai saat
ini.

Dasar-dasar panjat tebing

Namanya juga hobi panjat tebing, tentu saja tebing merupakan prasarana
dalam kegiatan panjat tebing. Pengetahuan dasar tentang tebing yang
harus diketahui antara lain: Bentuk tebing, bagian tebing yang dilihat
secara keseluruhan mulai dasar sampai puncak. Bagian-bagiannya antara
lain blank (bentuk tebing yang mempunyai sudut 90 derajat atau biasa
disebut vertikal), overhang (bentuk tebing yang mempunyai sudut
kemiringan antara 10-80 derajat), roof (bentuk tebing yang mempunyai
sudut 0 atau 180 derajat, terletak menggantung), teras (bentuk tebing
yang mempunyai sudut 0 atau 180 derajat, terletak menjorok ke dalam
tebing), dan top (bagian tebing paling atas yang merupakan tujuan
akhir suatu pemanjatan).

Lalu ada soal permukaan tebing yang merupakan bagian dari tebing yang
nantinya akan digunakan untuk berpegang dan berpijak dalam suatu
pemanjatan. Bagian ini di kategorikan menjadi tiga bagian: face
(permukaan tebing yang mempunyai tonjolan), slap/friction (permukaan
tebing yang tidak mempunyai tonjolan atau celah, rata, dan mulus tidak
ada cacat batuan), dan fissure (permukaan tebing yang tidak mempunyai
celah/crack).

Dengan mengenali pengenalan dasar atas medan yang hendak ditempuh,
para pemanjat akan langsung bisa mempersiapkan teknik penaklukannya
dan mengurangi tingkat kesulitannya.
Untuk memudahkan estimasi tingkat kesulitan tersebut, biasanya
digunakan sistem desimal yang dimulai dari angka lima (mengacu pada
standar tingkat kesulitan yang dibuat oleh Amerika).

Tingkat kesulitan 5,7-5,8 adalah tingkat kesulitan pemanjatan yang
amat mudah. Lintasan pemanjatan untuk pegangan dan pijakan sangat
banyak, besar, dan mudah didapat. Sudut kemiringan tebing belum
mencapai 90 derajat.

Tingkat kesulitan 5,9. Tingkat kesulitan pemanjatan yang mulai agak
sulit karena jarak antara pegangan dan pijakan mulai berjauhan tetapi
masih banyak dan besar.

Tingkat kesulitan 5,10. Pada tingkat ini pemanjatan mulai sulit karena
komposisi pegangan dan pijakan sudah bervariasi besar dan kecil. Jarak
antar celah dan tonjolan mulai berjauhan. Terdapat dua tumpuan tangan
dan satu tumpuan kaki, faktor keseimbangan mulai dibutuhkan.

Tingkat kesulitan 5,11. Tingkat kesulitan ini lebih sulit lagi karena
letak antara pegangan yang satu dengan pegangan yang lainnya berjauhan
dan kecil-kecil yang hanya bisa dipegang oleh beberapa jari saja,
kedua tungkai melakukan gerakan melebar agar kaki dapat bertumpu pada
tumpuan berikutnya. Keseimbangan tubuh sangat berpengaruh, bentuk
tebing yang dilalui pada lintasan ini terdapat variasi antara tebing
gantung dan atap.

Tingkat kesulitan 5,13-5,14. Jalur lintasan ini bervariasi antara
tebing gantung dan atap dengan satu tumpuan kaki dan satu tumpuan
tangan. Pemanjat mulai melakukan gerakan gesek (friction) dan bertumpu
pada ujung jari (edginh) bahkan harus mengaitkan tumit pada pijakan
(hooking).

Selain kriteria kesulitan ini, Negara lain juga membuat tingkat
kesulitan sesuai dengan penilaian masing-masing, antara lain Jerman,
Perancis, UIAA (Union Internationale des Association Alpines).

Etika panjat tebing

Seperti hobi atau olahraga lain, panjat tebing juga mempunyai etika
atau aturan yang disepakati oleh para pelaku hobi ini. Ruang lingkup
etika dalam panjat tebing terdiri dari empat hal.

Pertama, masalah teknik pembuatan jalur. Secara umum terdapat dua cara
dalam pembuatan jalur, yaitu aliran tradisional dan aliran modern.
Pembuatan jalur secara tradisional prinsipnya adalah membuat jalur
sambil memanjat. Teknik ini cenderung bernilai petualangan karena
lintasan yang dilewati sama sekali baru, tanpa pengalaman, tanpa
dicoba terlebih dahulu. Sementara itu, pembuatan jalur secara modern
terdiri dari dua cara. Pertama dengan menggunakan teknik tali tetap
(fix rope technique). Pada teknik ini, pembuatan jalur dapat dilakukan
dengan cara rappeling bolting atau ascending bolting. Terlebih dahulu
pada fix rope yang telah terpasang, sedangkan cara kedua mirip dengan
cara pertama, tetapi tidak dengan tali tetapi melainkan dengan
menggunakan top rope.

Lalu ada tentang masalah penanaman jalur. Siapa yang berhak memberi
nama pada suatu jalur tidak ada kesepakatan jelas yang mengaturnya. Di
Indonesia nama jalur merupakan suatu kesepakatan dari seorang atau
sekelompok pembuat jalur.

Masalah keaslian jalur juga masuk dalam poin etika panjat tebing.
Masalah keaslian jalur ini biasanya dikaitkan dengan banyaknya jumlah
pengaman tetap yang ada pada jalur tersebut. Misalkan satu jalur
setinggi lima belas meter dapat dipanjat hanya dengan menggunakan tiga
pengaman tetap, maka selanjutnya pemanjat yang kemudian memanjat harus
tetap menggunakan tiga pengaman yang pertama, tanpa ditambah atau pun
dikurangi, siapapun dia, karena ini secara harfiah telah menjadi jalur
resmi dan menjadi paten untuk jalur tersebut.

Dan, yang terakhir soal pengubahan bentuk permukaan tebing. Untuk
masalah yang satu ini, hampir semua pemanjat sepakat bahwa hal ini
haram hukumnya untuk dilakukan meski untuk menambah kesulitan atau
membuat jalur tersebut menjadi mudah. Tetapi, sebagian kecil kawasan
pemanjatan menerima perubahan ini, namun hanya pada permukaan tebing
yang tanpa cacat sama sekali agar kesinambungan jalur sebelumnya dan
sesudah tetap terjaga.

Dengan mengetahui segi-segi dasar (baik soal teknik atau
peraturan/etika), diharapkan seseorang mulai bisa mengenali hobi yang
sekarang juga jadi cabang olahraga ini. Tentu saja juga diharapkan
bisa menjadi salah satu aktivitas populer di kalangan anak muda.

KHUMAIDI TOHAR Keluarga Mahasiswa Pencinta Alam Eka Citra Universitas
Negeri Jakarta

Pembelajaran dari mendaki gunung

Filed under: Umum - Administrator @ 7:02 am

Pembelajaran dari mendaki gunung

Mendaki gunung, apa enaknya, ….. apa hikmahnya
 
Enaknya …… menikmati pemandangan mengagumi kebesaran sang pencipta.
Dapat dibayangkan gunung yang begitu gagahnya serta menjulang dengan ketinggiannya … yang tersebar diseluruh dunia, dengan bermacam bentuk dan ukuran menandakan betapa dahsyat, betapa hebat, betapa maha …. Sang pencipta.

Manakala kita berada di puncak gunung, kecil kita ….. segala kesombongan, keangkuhan, keserakahan akan sirna, bagaikan debu di tiup angin …… hilang tanpa ada bekas.

Mendaki gunung memberikan hikmah yang begitu dahsyat ….
Disadari atau tidak kita dapat belajar segala hal dalam mendaki gunung, rasa persaudaran, persahabatan yang kian kental, kemandirian yang kita peroleh, tidak mudah menyerah, rasa ego yang kian menipis dalam diri, rasa syukur yang makin tebal.

Mungkin masih teringat dalam benak, disaat kita belum pernah mendaki gunung ….. emosi kita suka meluap, manakala pulang sekolah atau main dari rumah sahabat, perut lapar…. Dirumah hanya dihidangkan oleh ibunda tercinta nasi dengan lauk alakadarnya, kita marah, kita hilang selera melihat hidangan yang alakadarnya ……
Setelah mengalami hal yang mengharuskan kita bertahan hidup dalam pendakian …… makan apapun yang ada dialam, ataupun makan nasi yang masih kurang matang, atau lauk yang lebih apa adanya dibanding waktu dirumah di bagi dengan kawan sependakian. Tentunya menyesal kita telah menyia-nyiakan masakan ibunda tercinta yang sudah menyiapkan makan untuk anak nya tercinta dengan penuh kasih saying, hanya karena hidangan yang apaadanya.

Masih terlalu banyak pembelajaran dari mendaki gunung.
Terimakasih Allah engkau telah berikan pelajaran berharga, dari ciptaan Mu gunung yang begitu indah yang bukan hanya untuk dinikmati oleh mata tetapi harus dinikmati oleh hati nurani yang paling dalam serta menjaganya agar dapat memberikan pelajaran bagi generasi yang akan datang.

By Muchtar, Ahmad (ID - Jakarta) <amuchtar@deloitte.com> 

Tgl 21 & 22 Januari dalam Sejarah Dunia

Filed under: Umum - Administrator @ 6:44 am

300 Ribu Warga Teluk Benggali Tewas Akibat Angin Topan
  21 Januari tahun 1737, sebuah topan dahsyat melanda Teluk Benggala. Akibatnya, 300 ribu warga setempat tewas seketika. Teluk Benggala adalah sebuah kawasan di selatan Benua Asia. Daerah itu memang sangat sering dilanda angin topan. Akan tetapi, angin topan yang terjadi tahun 1737 adalah bencana dahsyat dengan korban paling banyak sepanjang sejarah di kawasan tersebut.
  Raja Louis XVI Dihukum Pancung
  21 Januari tahun 1793, Raja Perancis Louis XVI dihukum pancung dengan menggunakan alat penjagal terkenal di Perancis waktu itu, yaitu guilllotine. Peristiwa tersebut terjadi empat tahun setelah berlangsungnya revolusi Perancis. Raja Louis XVI naik takhta kerajaan pada tahun 1773. Tahun 1789, rakyat Perancis bangkit melakukan revolusi yang dipicu oleh buruknya situasi ekonomi Perancis. Pada tahun itu juga, Tahun 1792, perjuangan rakyat Perancis berhasil menumbangkan sistem kerajaan Perancis. Raja Louis sendiri terguling dari kekuasaan. Akan tetapi, ia kemudian diketahui meminta bantuan dari pihak asing untuk mengembalikan kekuasaannya. Ia akhirnya dihukum pancung dengan tuduhan telah melakukan pengkhianatan kepada negara.
  
  Lenin Meninggal Dunia
  21 Januari tahun 1934 Vladimir Illych Ulyanov yang dikenal dengan nama Lenin meninggal dunia. Lenin yang dilahirkan tahun 1870 adalah pemimpin revolusi Sovyet. Sejak muda, Lenin telah aktif dalam gerakan Marxis yang bertujuan menggulingkan kekaisaran Rusia. Akibatnya, dia pernah dipenjara dan dibuang ke Siberia.  Setelah menjalani masa pembuangannya, Lenin pergi ke London dan di sana ia mendirikan Partai Buruh Sosial Demokratik Rusia.  Sejak awal, ada dua kubu yang berseteru dalam partai ini. Pertama, kubu Bolshevik yang cenderung pada militerisme di bawah pimpinan Lenin dan kedua, kubu Menshevik yang cenderung demokratis. Pada tahun 1912, Lenin mendirikan Partai Bolshevik.
  Setelah kemenangan revolusi Rusia 1905, Lenin kembali ke Rusia, namun pada tahun 1907 ia dibuang oleh Kaisar Nicholas II yang berkuasa saat itu. Pada tahun 1914, meletuslah Perang Dunia Pertama yang mengakibatkan tergulingnya Kaisar Nicholas II dan berakhirnya era kekaisaran di Rusia.
  Pada tahun 1917, Lenin memimpin pemberontakan Bolshevik di Rusia. Partai Bolshevik di bawah pimpinan Lenin menggulingkan pemerintah Rusia saat itu dan dalam dua hari, terbentuklah pemerintahan baru dengan Lenin sebagai pemimpinnya. Pemerintahan Bolshevik Rusia kemudian berganti nama dengan Republik Sosialis Uni Soviet dan merupakan negara Marxis pertama di dunia.
  
  Suasana Kemenangan Revolusi Islam Makin Terasa di Iran 
  21 Januari 1979, terjadi sejumlah peristiwa yang menandai semakin dekatnya kemenangan revolusi Islam Iran. Penjara-penjara politik sudah tidak terkontrol lagi sehingga banyak tahanan politik yang berhasil membebaskan diri dari sekapan penjara Rezim Syah. Pada hari itu juga, sejumlah perwira angkatan udara Iran melakukan aksi turun ke jalan menyatakan solidaritas mereka terhadap gerakan revolusi. Pada hari yang sama, berita-berita utama di koran-koran besar nasional secara serentak dipenuhi dengan laporan tentang akan kembalinya Imam Khomeini dari Paris ke Iran.
  
                    Francis Bacon Lahir
  Tanggal 22 Januari 1561, Francis Bacon, filsuf dan matematikawan asal Inggris terlahir ke dunia. Ia awalnya adalah seorang politisi. Akan tetapi, setelah terkena tuduhan melakukan korupsi, Bacon dipenjara. Di dalam tahanan itulah ia menunjukkan kejeniusannya. Di penjara, Bacon menulis sejumlah buku. Lewat buku-bukunya, Bacon memberikan sumbangan tak terhingga kepada kemajuan ilmu matematika dan filsafat Eropa. Di antara buku-bukunya yang terkenal adalah "The Logic of Sensation". Ia juga pernah menulis buku berisikan utopianya tentang pembangunan kota dan peradaban di bawah laut bernama "The New Atlantis".
  
  Ratu Victoria meninggal Dunia
  Tanggal 22 januari tahun 1901, Victoria, Ratu Inggris terkenal, meninggal dunia pada usia 82 tahun. Ia dilahirkan tahun 1819 di kota London. Pada usia yang masih sangat muda, yaitu 18 tahun, Victoria sudah menjadi penguasa kerajaan Inggris, menggantikan pamannya, Raja Wiliam IV, yang meninggal dunia. Ratu Victoria memerintah selama 63 tahun sehingga merupakan masa pemerintahan terlama dalam sejarah Inggris. Victoria berhasil mempertahankan keberadaan sistem monarkhi di Inggrsi dan menjadikannya sebagai institusi politik seremonial. Pada masa pemerintahannya itulah, aksi represi terhadap rakyat di kawasan-kawasan koloni Inggris meningkat  secara signifikan.
  Pada tahun 1839, sepupu Victoria, Albert, seorang pangeran dari Jerman, datang ke Inggris dan lima hari kemudian, ia dilamar oleh Ratu Victoria. Pangeran Albert menerimanya dan mereka menikah pada bulan Februari tahun 1840. Pasangan ini memiliki sembilan anak, di antaranya Raja Edward VII. Setelah kematian Victoria, kekuasaan Imperium Inggris di bawah kepemimpinan Raja Edward VII, semakin melemah. 
 
 
  Panitia Peyambutan Kepulangan Imam Khomeini Dibentuk
  Tanggal 22 Januari 1979, dalam rangka menyambut kepulangan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Imam Khomeini dari Paris, sebuah panitia penyambutan dibentuk oleh para ulama dan tokoh-tokoh masyarakat Teheran. Pembentukan panitia ini ternyata bukan hanya didukung oleh warga Teheran. Rakyat Iran dari berbagai pelosok negeri juga berdatangan ke Teheran untuk menyatakan dukungannya kepada pembentukan panitia tersebut. Mereka juga datang ke Teheran sekaligus untuk langsung terlibat dalam upacara sambutan atas kedatangan pemimpin agung mereka.
  
  Fisikawan Andrei Sakharov Ditangkap
  Tanggal 22 Januari 1980, Andrei Sakharov, ilmuwan nuklir Soviet, ditangkap oleh pemerintah Kremlin karena protes kerasnya atas invasi tentara merah Uni Soviet ke Afghanistan. Sakharov dilahirkan tahun 1921. Pada tahun, 1948, setelah menyelesaikan masa belajarnya di jurusan Fisika Universitas Moskow, Sakharov direkrut oleh Badan Nuklir Uni Soviet untuk dilibatkan dalam proyek pembuatan bom hidrogen. Sakharov adalah tokoh utama di balik kesuksesan tim Uni Soviet dalam merakit bom hidrogen pertama di dunia yang dibuat pada tanggal 22 November 1955.
  Pada tahun 1957, ia mulai tertarik kepada masalah-masalah yang terkait dengan dampak negatif proyek-proyek senjata nuklir terhadap lingkungan dan keamanan dunia. Akan tetapi, berbagai kritikannya terhadap masalah dampak proyek nuklir itu masih disebut sangat lunak. Barulah pada tahun 1969, ia menulis sebuah essay di Koran New York Times. Pada essay-nya itu, ia menyerukan demokrasi, pluralisme, dan pembebasan masyarakat Soviet dari intoleransi dan dogmatisme. Ia juga menyeru masyarakat dunia agar peduli dengan masa depan.
  Pada tahun 1975, Sakharov mendapatkan hadiah Nobel di bidang perdamaian. Ia menjadi orang Soviet pertama yang memperoleh penghargaan tersebut. Akhirnya, menyusul kritikannya yang sangat keras atas aksi invasi Soviet ke Afghanistan, Sakharov ditangkap dan diasingkan ke Gorky. Di tempat pengasingannya itu, Sakharov menjalani hari-hari kehidupannya dengan sangat berat. Pada tahun 1986, saat pemimpin reformis Soviet Mikhail Gorbacfhev berkuasa, Sakharov dibebaskan dan diperbolehkan kembali ke Moskow.

http://www.anakabah.blogspot.com/

Hello world!

Filed under: Umum - Administrator @ 5:50 am

Welcome to pendaki at Blogsome. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

An email has been sent to you giving you details how to login to the administration section. From there you can change the design by clicking on the tab MANAGE and then click on the tab THEMES. If you have any questions ask them in the forum. We are only too willing to help.

Pendaki

Cintailah Alam ini agar lestari
Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Janis Joseph