Tgl 21 & 22 Januari dalam Sejarah Dunia
300 Ribu Warga Teluk Benggali Tewas Akibat Angin Topan
21 Januari tahun 1737, sebuah topan dahsyat melanda Teluk Benggala. Akibatnya, 300 ribu warga setempat tewas seketika. Teluk Benggala adalah sebuah kawasan di selatan Benua Asia. Daerah itu memang sangat sering dilanda angin topan. Akan tetapi, angin topan yang terjadi tahun 1737 adalah bencana dahsyat dengan korban paling banyak sepanjang sejarah di kawasan tersebut.
Raja Louis XVI Dihukum Pancung
21 Januari tahun 1793, Raja Perancis Louis XVI dihukum pancung dengan menggunakan alat penjagal terkenal di Perancis waktu itu, yaitu guilllotine. Peristiwa tersebut terjadi empat tahun setelah berlangsungnya revolusi Perancis. Raja Louis XVI naik takhta kerajaan pada tahun 1773. Tahun 1789, rakyat Perancis bangkit melakukan revolusi yang dipicu oleh buruknya situasi ekonomi Perancis. Pada tahun itu juga, Tahun 1792, perjuangan rakyat Perancis berhasil menumbangkan sistem kerajaan Perancis. Raja Louis sendiri terguling dari kekuasaan. Akan tetapi, ia kemudian diketahui meminta bantuan dari pihak asing untuk mengembalikan kekuasaannya. Ia akhirnya dihukum pancung dengan tuduhan telah melakukan pengkhianatan kepada negara.
Lenin Meninggal Dunia
21 Januari tahun 1934 Vladimir Illych Ulyanov yang dikenal dengan nama Lenin meninggal dunia. Lenin yang dilahirkan tahun 1870 adalah pemimpin revolusi Sovyet. Sejak muda, Lenin telah aktif dalam gerakan Marxis yang bertujuan menggulingkan kekaisaran Rusia. Akibatnya, dia pernah dipenjara dan dibuang ke Siberia. Setelah menjalani masa pembuangannya, Lenin pergi ke London dan di sana ia mendirikan Partai Buruh Sosial Demokratik Rusia. Sejak awal, ada dua kubu yang berseteru dalam partai ini. Pertama, kubu Bolshevik yang cenderung pada militerisme di bawah pimpinan Lenin dan kedua, kubu Menshevik yang cenderung demokratis. Pada tahun 1912, Lenin mendirikan Partai Bolshevik.
Setelah kemenangan revolusi Rusia 1905, Lenin kembali ke Rusia, namun pada tahun 1907 ia dibuang oleh Kaisar Nicholas II yang berkuasa saat itu. Pada tahun 1914, meletuslah Perang Dunia Pertama yang mengakibatkan tergulingnya Kaisar Nicholas II dan berakhirnya era kekaisaran di Rusia.
Pada tahun 1917, Lenin memimpin pemberontakan Bolshevik di Rusia. Partai Bolshevik di bawah pimpinan Lenin menggulingkan pemerintah Rusia saat itu dan dalam dua hari, terbentuklah pemerintahan baru dengan Lenin sebagai pemimpinnya. Pemerintahan Bolshevik Rusia kemudian berganti nama dengan Republik Sosialis Uni Soviet dan merupakan negara Marxis pertama di dunia.
Suasana Kemenangan Revolusi Islam Makin Terasa di Iran
21 Januari 1979, terjadi sejumlah peristiwa yang menandai semakin dekatnya kemenangan revolusi Islam Iran. Penjara-penjara politik sudah tidak terkontrol lagi sehingga banyak tahanan politik yang berhasil membebaskan diri dari sekapan penjara Rezim Syah. Pada hari itu juga, sejumlah perwira angkatan udara Iran melakukan aksi turun ke jalan menyatakan solidaritas mereka terhadap gerakan revolusi. Pada hari yang sama, berita-berita utama di koran-koran besar nasional secara serentak dipenuhi dengan laporan tentang akan kembalinya Imam Khomeini dari Paris ke Iran.
Francis Bacon Lahir
Tanggal 22 Januari 1561, Francis Bacon, filsuf dan matematikawan asal Inggris terlahir ke dunia. Ia awalnya adalah seorang politisi. Akan tetapi, setelah terkena tuduhan melakukan korupsi, Bacon dipenjara. Di dalam tahanan itulah ia menunjukkan kejeniusannya. Di penjara, Bacon menulis sejumlah buku. Lewat buku-bukunya, Bacon memberikan sumbangan tak terhingga kepada kemajuan ilmu matematika dan filsafat Eropa. Di antara buku-bukunya yang terkenal adalah "The Logic of Sensation". Ia juga pernah menulis buku berisikan utopianya tentang pembangunan kota dan peradaban di bawah laut bernama "The New Atlantis".
Ratu Victoria meninggal Dunia
Tanggal 22 januari tahun 1901, Victoria, Ratu Inggris terkenal, meninggal dunia pada usia 82 tahun. Ia dilahirkan tahun 1819 di kota London. Pada usia yang masih sangat muda, yaitu 18 tahun, Victoria sudah menjadi penguasa kerajaan Inggris, menggantikan pamannya, Raja Wiliam IV, yang meninggal dunia. Ratu Victoria memerintah selama 63 tahun sehingga merupakan masa pemerintahan terlama dalam sejarah Inggris. Victoria berhasil mempertahankan keberadaan sistem monarkhi di Inggrsi dan menjadikannya sebagai institusi politik seremonial. Pada masa pemerintahannya itulah, aksi represi terhadap rakyat di kawasan-kawasan koloni Inggris meningkat secara signifikan.
Pada tahun 1839, sepupu Victoria, Albert, seorang pangeran dari Jerman, datang ke Inggris dan lima hari kemudian, ia dilamar oleh Ratu Victoria. Pangeran Albert menerimanya dan mereka menikah pada bulan Februari tahun 1840. Pasangan ini memiliki sembilan anak, di antaranya Raja Edward VII. Setelah kematian Victoria, kekuasaan Imperium Inggris di bawah kepemimpinan Raja Edward VII, semakin melemah.
Panitia Peyambutan Kepulangan Imam Khomeini Dibentuk
Tanggal 22 Januari 1979, dalam rangka menyambut kepulangan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Imam Khomeini dari Paris, sebuah panitia penyambutan dibentuk oleh para ulama dan tokoh-tokoh masyarakat Teheran. Pembentukan panitia ini ternyata bukan hanya didukung oleh warga Teheran. Rakyat Iran dari berbagai pelosok negeri juga berdatangan ke Teheran untuk menyatakan dukungannya kepada pembentukan panitia tersebut. Mereka juga datang ke Teheran sekaligus untuk langsung terlibat dalam upacara sambutan atas kedatangan pemimpin agung mereka.
Fisikawan Andrei Sakharov Ditangkap
Tanggal 22 Januari 1980, Andrei Sakharov, ilmuwan nuklir Soviet, ditangkap oleh pemerintah Kremlin karena protes kerasnya atas invasi tentara merah Uni Soviet ke Afghanistan. Sakharov dilahirkan tahun 1921. Pada tahun, 1948, setelah menyelesaikan masa belajarnya di jurusan Fisika Universitas Moskow, Sakharov direkrut oleh Badan Nuklir Uni Soviet untuk dilibatkan dalam proyek pembuatan bom hidrogen. Sakharov adalah tokoh utama di balik kesuksesan tim Uni Soviet dalam merakit bom hidrogen pertama di dunia yang dibuat pada tanggal 22 November 1955.
Pada tahun 1957, ia mulai tertarik kepada masalah-masalah yang terkait dengan dampak negatif proyek-proyek senjata nuklir terhadap lingkungan dan keamanan dunia. Akan tetapi, berbagai kritikannya terhadap masalah dampak proyek nuklir itu masih disebut sangat lunak. Barulah pada tahun 1969, ia menulis sebuah essay di Koran New York Times. Pada essay-nya itu, ia menyerukan demokrasi, pluralisme, dan pembebasan masyarakat Soviet dari intoleransi dan dogmatisme. Ia juga menyeru masyarakat dunia agar peduli dengan masa depan.
Pada tahun 1975, Sakharov mendapatkan hadiah Nobel di bidang perdamaian. Ia menjadi orang Soviet pertama yang memperoleh penghargaan tersebut. Akhirnya, menyusul kritikannya yang sangat keras atas aksi invasi Soviet ke Afghanistan, Sakharov ditangkap dan diasingkan ke Gorky. Di tempat pengasingannya itu, Sakharov menjalani hari-hari kehidupannya dengan sangat berat. Pada tahun 1986, saat pemimpin reformis Soviet Mikhail Gorbacfhev berkuasa, Sakharov dibebaskan dan diperbolehkan kembali ke Moskow.

