Blog Milis #Pendaki Indonesia

"Persahabatan terjalin, persaudaraan terengkuh, bersama mengukir cinta kepada Alam"

April 11, 2006

Smilling Gede 3078 Mdpl 22-23 Mei ‘94

Filed under: Catatan Perjalanan - Administrator @ 6:45 am

Pendakian ke puncak Gunung Gede yang dimotori oleh MAPA (Mahasiswa
Pecinta Alam) GUNADARMA, merupakan pendakian resmi pertamaku yang
melelahkan. Gunung Gede pula yang merupakan gunung pertama yang Aku
daki. Pendakian ini Aku jadikan sebagai pelajaran pertama serta
pembangkit semangat untuk memantapkan diri dan sebagai motivasi yang
positif untuk melakukan petualangan sendiri.

Di sini Aku banyak mendapat pelajaran yang sangat berarti dan
pengalaman yang menarik serta membanggakan. Pendakian ini diikuti
sekitar 100 orang. Mereka terdiri dari anak-anak tingkat I, II,
maupun anak-anak yang lebih senior. Acara ini sebagai ajang
perkenalan bagi mahasiswa-mahasiswa baru dengan MAPA GUNADARMA.

Aku salah satu mahasiswa baru yang yang tertarik untuk ikut acara
tersebut. Maka Aku pun mengajak dua orang teman sekelasku (Doni dan
Ami). Kami pun mendaftarkan diri ke sekretariat MAPA GUNADARMA. Di
sana Aku bertemu dengan Endit (teman satu SMA) dan Ira.

Sore itu tanggal 22 Mei 1993 jam 17.00, tampak dua buah truk TNI
beriringan dari kampus GUNADARMA Pondok Cina menuju Cibodas
(Cianjur). Kedua truk melaju dengan cepat menelusuri jalan raya
puncak yang menyuguhkan pemandangan yang indah.

Malam itu jam 21.00, para peserta Smilling Gede tampak bergerak
menuju Pos Penjagaan untuk melapor. Satu jam berikutnya pendakian
Gunung Gede dimulai. Aku mendapat regu 11, sedang Ami, Doni, Endit
dan Ira bergabung dengan regu 9. Semua mendaki dengan santai sambil
bersenda gurau, membuat pendakian ini begitu menyenangkan. Setiap 1-
2 jam perjalanan kami selingi dengan istirahat. Selama perjalanan
banyak ditemui pos/selter yang sengaja didirikan untuk tempat
beristirahat para pendaki. Pos-pos itu diberi nama yang unik.
Ada ‘Kandang Badak’ ada ‘Pemandangan’, ada ‘Kandang Batu’ dll.
Selama pendakian Aku bergabung dengan regu Endit. Ketika sampai di
Kandang Badak, sebagian pendaki beristirahat untuk tidur atau masak,
tetapi ada juga yang terus mendaki. Di sini Aku terpisah dengan regu
Endit, Aku mencari kemana-mana tapi tak ku temui mereka.

  Aku berpikir mereka meneruskan pendakian tanpa terlihat olehku.
Maka Aku pun menyusulnya seorang diri. Aku berjalan dengan cepat,
harapanku dapat segera menyusul meraka. Tetapi setelah sekian lama
Aku berjalan, mereka tak kunjung terlihatt. Aku bingung…. dan tiba-
tiba Aku sadar bahwa Aku telah cukup jauh berjalan seorang diri.
Waktu itu sekitar jam 2.00 pagi, Aku begitu ketakutan. Aku mencoba
menunggu beberapa saat dengan harapan bertemu dengan regu lainnya.
Semakin lama Aku menunggu, semakin menjadi ketakutanku. Ingin
rasanya Aku berteriak dan menangis. Akhirnya dengan perasaan yang
tak menentu Aku putuskan untuk terus mendaki. Aku terus mendaki
dengan sejuta rasa takut yang terus menghantuiku. Selama perjalanan
sering kali Aku dibuat terkejut oleh binatang-binatang malam. Aku
terus berdoa semoga tidak akan terjadi sesuatu yang buruk yang
menimpaku.

Hari hampir menjelang pagi, akhirnya stelah sekian lama berjalan aku
bertemu dengan regu lain yang berada di depanku. Aku mengucapkan
syukur pada Allah SWT karena telah mempertemukan dengan regu lain.
Aku merasa lega, dan ternyata Puncak Gunung Gede semakin dekat.
Track atau jalur terakhir yang harus kulalui adalah jalur yang
paling menanjak. Track ini dinamakan ‘Tanjakan Setan’ atau ‘Tanjakan
Rante’ dengan kemiringan hampir 90 derajat. Dengan sisa-sisa tenaga
aku kuatkan untuk terus mandaki. Sampai
akhirnya…."Alhamdulillah…!!!", teriakku tak kala kugapai Puncak
Gunung Gede. Saat itu jam menunjukkan pukul 5.30 pagi. Aku begitu
terpesona melihat pemandangan yang ada disekelilingku. Ternyata saat
itu Sunrise di Gunung Gede sedang berlangsung. Warna awan yang
keemasan menyelimuti seluruh permukaan puncak Gunung Gede. Suatu
pemandangan yang menakjubkan yang belum pernah Aku lihat sebelumnya.
Aku bagaikan berada di Negeri Awan yang hanya ada di dongeng-dongeng
klasik. Ingin Aku mengabadikan kejadian yang mempesona itu, namun
Aku lupa kalau kamera dibawa oleh Endit.

Sekitar jam 7.00 barulah regu Endit sampai di puncak. Kami pun
berphoto bersama. Lalu aku bertanya kepada mereka mengapa mereka
terlambat sampai di puncak…?

By Hijjau  

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://pendaki.blogsome.com/2006/04/11/smilling-gede-3078-mdpl-22-23-mei-94/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.

Pendaki

Cintailah Alam ini agar lestari
Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Janis Joseph